Motivasi adalah satu kata yang kadang menjadikan kita lebih semangat. Kata ini pula yang menjadikan Aku menuliskan ini. Motivasi tidak hanya dapat didapatkan dari pacar, orang tua, teman dan sahabat. Motivasi paling besar sebenarnya adalah motivasi dari diri sendiri.
Aku Akui, bahwa Aku sudah mengalami
hal ini. Motivasiku hilang disaat orang yang buatku bersemangat hilang dan tak
lagi bersamaku. Aku baru tersadar disaat Aku mengikhlaskan itu semua. Dari
sebuah buku yang Aku baca yang berjudul The Power of a Winner, disitu Aku baru
tersadar dan mengakui bahwa sebenarnya ini salahku. Salah karena Aku begitu termotivasi
oleh orang lain. Sehingga Aku begitu terpuruk disaat Dia tak ada lagi. Jadi
bagi temen-temen yang sedang asyik dengan seseorang yang kalian sukai wajib
membaca kisahku ini. Karena kisahku ini bisa kalian jadikan sebagai sebuah
pengalaman dan pembelajaran agar kalian tak seperti yang Aku alami.
Aku sudah memiliki kontrak untuk
tidak pacaran dengan orang tuaku sebelum Aku selesai kuliah tapi Aku tak bisa
memendam rasaku. Memang sebuah rasa itu tak bisa ditahan. Tapi Aku masih akan
janjiku, sehingga Aku belum berani untuk menyebutnya pacaran. Setelah Aku
mengenal Dia dan dekat dengannya Aku sangat termotivasi. Aku menjadi sangat
termotivasi untuk belajar, saat Aku sudah lelah dan putus asa dan menganggap Aku
tak bisa. Dia selalu memotivasi Aku untuk tetap semangat dan Dia meyakinkan Aku
bahwa itu mudah dan Aku bisa melakukannya. Dari situlah Aku bangkit dan
ternyata benar kata Dia bahwa Aku bisa melakukannya. Semenjak itu Aku rasaku
semakin menjadi dan motivasi dari Dia begitu sangat berarti bagiku. Waktuku
bersamanya Aku manfaatkan untuk belajar apa saja yang belum Aku bisa. Dia
begitu sabar mengajariku dan mendengar keluhanku dan melatihku. Sehingga disaat
Aku sanggup menjalani hal yang tadinya tak mungkin Aku semakin tak bisa
melepasnya. Dan Aku sangat berterimakasih padanya karena Dia begitu banyak
membuat perubahan untukku. Merubahku untuk tidak gampang menyerah, untuk tidak
cengeng, lebih dewasa dan berani tampil di depan umum.
Aku
sangat bersemangat menjalani hari demi hari karenanya. Namun karena suatu hal Dia
hilang dari kehidupanku dan pergi membawa semangatku. Sehingga membuatku lemah
dan wajah gairah penuh semangat hilang. Mungkin karena Aku terlalu sedih karena
kehilangan Dia, sehingga Aku juga kehilangan semangatku. Aku yang dulunya ceria
semenjak itu menjadi pendiam beberapa
saat. Sungguh suatu hal yang sangat mengecewakan buatku. Efek kehilangan itu
sangat terasa, karena hampir setiap hari dan setiap tempat Aku memiliki
kenangan bersamanya. Aku mencoba membalut kesedihanku dengan sebuah senyuman
namun semua itu tak ada gunanya karena tetap saja wajahku melukiskan sebuah
kesedihan dan kehilangan yang mendalam. Membutuhkan waktu yang lama untukku
bisa mengembalikan semangat itu. Harus benar-benar ikhlas dan yakin bahwa ini
yang terbaik untuku. Dan ternyata aku sanggup melalui masa-masa itu karena
motivasi dalam diriku yang harus bisa bangkit dan saat ini semangatku tak akan
hilang karena semangat ini aku bangun bukan semata-mata karena orang lain
melainkakan dari dalam diriku, yang tak akan pernah hilang seperti dulu lagi.
Wajahku pun sudah kembali segar dan lebih ceria dari sebelumnya.
Itulah
salah satu kisahku yang bisa aku bagikan kepada kalian. Belajar dari sebuah
kesalahan adalah salah satu kalimat yang selalu Aku ingat. Aku tak mau
mengulangi kesalahan itu. Membuat seseorang yang di sukai sebagai motivasi
utama bukan hal yang tepat. Karena apabila seseorang itu pergi maka semua akan
ikut pergi dan yang tertinggal hanya kesedihan. Maka dari itu janganlah kalian
jadikan orang lain sebagai motivasi utama. Namun, jadikan kalian sebagai
motivasi utama bagi kalian sendiri.
Memotivasi orang lain itu
lebih mudah dibandingkan memotivasi diri sendiri. Sebuah
kalimat yang saya ambil dari buku The Power of a winner. Aku Akui kata itu
memang benar. Aku begitu mudah memotivasi sahabat-sahabatku untuk tetap
semangat menghadapi problem mereka. Tapi terkadang Aku sendiri sulit memotivasi
diriku sendiri. Tapi Aku yakin sulit itu bukan berarti tidak bisa. Dan terbukti
bahwa Aku bisa melakukannya. Aku bisa bangkit disaat Aku terpuruk kehilangan
seseorang yang dulunya sangat memotivasi diriku. Aku mampu memotivasi diriku
sendiri. Satu kata yang Aku tanamkan didalam benakku “Kalau bukan Aku yang
memotivasi diriku, Siapa Lagi?”. Yakinlah kawan bahwa kalian bisa menjadi motivasi
utama untuk diri kalian sendiri dan teruslah belajar dari sebuah pengalaman. See
you next time…^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar