gambar

gambar
cinta yang abadi hanyalah cinta dari Allah SWT

Selasa, 17 April 2012

“KALAU BUKAN AKU YANG MEMOTIVASI DIRIKU, SIAPA LAGI?”


            Motivasi adalah satu kata yang kadang menjadikan kita lebih semangat. Kata ini pula yang menjadikan Aku menuliskan ini. Motivasi tidak hanya dapat didapatkan dari pacar, orang tua, teman dan sahabat. Motivasi paling besar sebenarnya adalah motivasi dari diri sendiri.
            Aku Akui, bahwa Aku sudah mengalami hal ini. Motivasiku hilang disaat orang yang buatku bersemangat hilang dan tak lagi bersamaku. Aku baru tersadar disaat Aku mengikhlaskan itu semua. Dari sebuah buku yang Aku baca yang berjudul The Power of a Winner, disitu Aku baru tersadar dan mengakui bahwa sebenarnya ini salahku. Salah karena Aku begitu termotivasi oleh orang lain. Sehingga Aku begitu terpuruk disaat Dia tak ada lagi. Jadi bagi temen-temen yang sedang asyik dengan seseorang yang kalian sukai wajib membaca kisahku ini. Karena kisahku ini bisa kalian jadikan sebagai sebuah pengalaman dan pembelajaran agar kalian tak seperti yang Aku alami.
            Aku sudah memiliki kontrak untuk tidak pacaran dengan orang tuaku sebelum Aku selesai kuliah tapi Aku tak bisa memendam rasaku. Memang sebuah rasa itu tak bisa ditahan. Tapi Aku masih akan janjiku, sehingga Aku belum berani untuk menyebutnya pacaran. Setelah Aku mengenal Dia dan dekat dengannya Aku sangat termotivasi. Aku menjadi sangat termotivasi untuk belajar, saat Aku sudah lelah dan putus asa dan menganggap Aku tak bisa. Dia selalu memotivasi Aku untuk tetap semangat dan Dia meyakinkan Aku bahwa itu mudah dan Aku bisa melakukannya. Dari situlah Aku bangkit dan ternyata benar kata Dia bahwa Aku bisa melakukannya. Semenjak itu Aku rasaku semakin menjadi dan motivasi dari Dia begitu sangat berarti bagiku. Waktuku bersamanya Aku manfaatkan untuk belajar apa saja yang belum Aku bisa. Dia begitu sabar mengajariku dan mendengar keluhanku dan melatihku. Sehingga disaat Aku sanggup menjalani hal yang tadinya tak mungkin Aku semakin tak bisa melepasnya. Dan Aku sangat berterimakasih padanya karena Dia begitu banyak membuat perubahan untukku. Merubahku untuk tidak gampang menyerah, untuk tidak cengeng, lebih dewasa dan berani tampil di depan umum.
Aku sangat bersemangat menjalani hari demi hari karenanya. Namun karena suatu hal Dia hilang dari kehidupanku dan pergi membawa semangatku. Sehingga membuatku lemah dan wajah gairah penuh semangat hilang. Mungkin karena Aku terlalu sedih karena kehilangan Dia, sehingga Aku juga kehilangan semangatku. Aku yang dulunya ceria  semenjak itu menjadi pendiam beberapa saat. Sungguh suatu hal yang sangat mengecewakan buatku. Efek kehilangan itu sangat terasa, karena hampir setiap hari dan setiap tempat Aku memiliki kenangan bersamanya. Aku mencoba membalut kesedihanku dengan sebuah senyuman namun semua itu tak ada gunanya karena tetap saja wajahku melukiskan sebuah kesedihan dan kehilangan yang mendalam. Membutuhkan waktu yang lama untukku bisa mengembalikan semangat itu. Harus benar-benar ikhlas dan yakin bahwa ini yang terbaik untuku. Dan ternyata aku sanggup melalui masa-masa itu karena motivasi dalam diriku yang harus bisa bangkit dan saat ini semangatku tak akan hilang karena semangat ini aku bangun bukan semata-mata karena orang lain melainkakan dari dalam diriku, yang tak akan pernah hilang seperti dulu lagi. Wajahku pun sudah kembali segar dan lebih ceria dari sebelumnya.
Itulah salah satu kisahku yang bisa aku bagikan kepada kalian. Belajar dari sebuah kesalahan adalah salah satu kalimat yang selalu Aku ingat. Aku tak mau mengulangi kesalahan itu. Membuat seseorang yang di sukai sebagai motivasi utama bukan hal yang tepat. Karena apabila seseorang itu pergi maka semua akan ikut pergi dan yang tertinggal hanya kesedihan. Maka dari itu janganlah kalian jadikan orang lain sebagai motivasi utama. Namun, jadikan kalian sebagai motivasi utama bagi kalian sendiri.
Memotivasi orang lain itu lebih mudah dibandingkan memotivasi diri sendiri. Sebuah kalimat yang saya ambil dari buku The Power of a winner. Aku Akui kata itu memang benar. Aku begitu mudah memotivasi sahabat-sahabatku untuk tetap semangat menghadapi problem mereka. Tapi terkadang Aku sendiri sulit memotivasi diriku sendiri. Tapi Aku yakin sulit itu bukan berarti tidak bisa. Dan terbukti bahwa Aku bisa melakukannya. Aku bisa bangkit disaat Aku terpuruk kehilangan seseorang yang dulunya sangat memotivasi diriku. Aku mampu memotivasi diriku sendiri. Satu kata yang Aku tanamkan didalam benakku “Kalau bukan Aku yang memotivasi diriku, Siapa Lagi?”. Yakinlah kawan bahwa kalian bisa menjadi motivasi utama untuk diri kalian sendiri dan teruslah belajar dari sebuah pengalaman. See you next time…^_^                                                   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar